Linux Bukan Setan
Saya heran dengan masih banyaknya orang yang takut dengan yang namanya linux. Dalam gambaran mereka linux itu sesuatu yang menakutkan, asing, aneh dan susah dimengerti. Padahal sebahagian besar dari mereka sama sekali belum pernah mencoba sistem operasi berbasis linux yang beredar sekarang. Mereka merasa nyaman dengan sistem operasi dan perangkat lunak berbayar yang sudah umum dikenal. Karena sudah merasa nyaman itulah kemungkinan besar mereka enggan mencoba sistem operasi berbasis linux yang masih baru dan asing. Hal lain yang membuat mereka nyaman karena perangkat sistem operasi dan perangkat lunak berbayar tersebut bisa didapat dengan harga hanya beberapa puluh ribu rupiah, padahal harga lisensi pernagkat lunak tersebut sebenarnya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Meskipun melanggar hak atas kekayaan intelektual (HAKI) – dan mereka sadar akan hal itu – mereka tetap merasa nyaman-nyaman saja. Tapi pelanggaran HAKI itu adalah hal lain yang tidak dibahas dalam tulisan ini.
Sebenarnya andai saja orang-orang mau membuka diri, tidak antipati sebelum mencoba, linux itu tidak seseram yang mereka kira. Saat ini sudah banyak sistem operasi berbasis linux yang bersahabat dengan pengguna. Tampilannya tidak lagi berupa teks seperti jaman dulu, tapi sudah memiliki tampilan desktop (GUI/Graphical User Interface/Antarmuka Pengguna Grafis) seperti sistem operasi yang umum kita kenal. Dengan begitu pengguna tidak ada lagi keharusan untuk menghapal baris-baris perintah untuk menjalankan sistem operasi ini. Kini tampilannya sudah dilengkapi dengan menu dan untuk menjalankan perangkat lunak yang ada didalamnya cukup dengan mengklik tetikus seperti biasa.
Jadi tidak perlu takut dengan linux karena linux sekarang sudah sangat mudah untuk digunakan. Memang untuk pertama kali kita akan merasa agak kagok karena belum terbiasa, tetapi hanya butuh beberapa jam untuk membiasakan diri. Saya dulunya seperti itu. Pertama kali mencoba Ubuntu saya agak bingung dengan tampilannya, tapi setelah beberapa jam mengeksplorasi saya langsung putuskan untuk menginstalnya berdampingan dengan sistem operasi Windows yang sudah saya miliki sebelumnya. Setelah beberapa bulan saya putuskan untuk menggunakan Ubuntu untuk kegiatan sehari-hari. Hingga saat ini sudah 2 tahun saya menggunakan linux dan benar-benar merasa nyaman karena kelebihan yang saya dapat lebih banyak dari sistem operasi sebelumnya.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
